Cinta Melulu
Tak perlu untaian bunga
Tak perlu kata-kata jatuh cinta
Tak penting kata-kata andai
Tak penting majas-majas menghayal
Tak usah berkhayal suatu masa
Tak usah bicara tentang cinta
Karena ini memang bukan tentang cinta
Karena ini tak membahas cinta
Tak penting kau bergaya melankolis
Tak penting kau berpikir aku apatis
Benahi suaramu yang mendayu-dayu
Benahi hatimu yang selalu sendu
Tingggalkan semua kaset mellow
Tinggalkan semua lagu-lagu slow
Lupakan semua cerita-cerita sendu
Karena kita bosan membahas cinta melulu
Nandiwardhana (Smamda-X3)
Numpang Lewat...

Sepucuk Doa
Kupandangi langit metropolitan
Terbentang luas membiru
Merajut mimpi-mimpi
Di kota tua jalan hidupku
Ibu….
Kan kupetikkan birunya untukmu
Tuk menghiasi relung hatimu
Kan kuhapuskan airmatamu
Dengan sejuta bintangku
Dalam perjuanganku menuntut ilmu
Aku rindu ibu…
Aku rindu…
Rindu dalam dekapan kasih sayangmu
Rindu dalam tetesan cintamu
Ibu…
Hanya seuntai doa pengharapanku
Rabbighfirli..
Waliwalidayya…
Waliwalidayya…
Warhamhuma..
Kama robbayani soghiro
Ya Allah Tuhan robbiku
Ampunilah hamba
Ampunilah kedua bapak ibu hamba
Ampuni Ya Allah ampuni
Dan kasihanilah mereka ya Allah
Seperti mereka mengasihi hamba di waktu kecil
Amin…
Amin ya Robbal ‘alamin
Ibu…
Dalam tiap putaran waktu
Ku ingin selalu bersamamu
Kapankah kita bertemu lagi Ibu
Oh ibu…
I love you…
Retno Achsana S (Smamda-X5)
Tak Ada yang Bisa Sepertimu
Rentang sang waktu berijin
Meniti sekelumit hari menari
Jejak-jejak sang petualang mimpi
Menurut sertakan lembut lembayung harap
Selembut hatimu sang awan berarak mega
Seindah tatapan matamu sang langit membuka cahaya
Sesyahdu belaianmu senja beranjak dari petang
Seindah seyummu malam bertabur bintang
Kekian bait-bait waktu telah kujejaki
Kutemui penantian hatiku
Mungkin di hatimu
Di singgasana hatimu
Kasih…
Akankah cinta ini tlah terlambat
Dan aku tak ingin pergi lagi
Aku ingin menetap selamanya di hatimu
Dan…tiada yang bias sepertimu
Rizki Hariyanti (Smamda-X5)

Hancur Hatiku
Di dalam keheningan malam
Terasa hampa dan menusuk jiwa
Kehadiran dan kehangatan dari cinta tulusmu
Telah bersihkan hatiku yang berlumur
Tawa manis bulan mewakili indahnya hatiku
Tapi kini semua hancur diterpa badai
Cinta hanyalah sebuah noda
Kesakitan yang kini kurasa, tlah membuatnya tersenyum
Kerlipan bintang seakan menertawakanku…
Menertawakan kehancuran hatiku, kesedihanku, dan semuanya…
Apalah arti sebuah nama
Apabila hanya bias disakiti
Nama yang awalnya terukir indah di dalam hati
Sekarang hanyalah menjadi noda yang mongering
Tak ada dayaku untuk melawan takdir cinta..
Cinta hanyalah sebuah darah yang sangat merah di hati
Namun jika semua ini membuatnya bahagia
Aku rela…aku rela tersakiti jika itu membuatmu bahagia cinta…
Nadia Hanna F (Smamda-X6)
Rindu Buat Ayah
Ketika malam mulai menjelang
Aku terbangun lelapnya malam
Setelah bersuci aku bersimpuh di hadapanMu
Ya Allah…
Seperti biasa aku tak lupa berdoa
Memohon ampun atas segala dosa
Dan apa yang aku harapkan akan
Menjadi kenyataan
Di mana aku akan bertemu dengan
Ayah yang sangat aku rindukan
Wahai angin malam titip rindu
Buat ayah yang selalu hadir di
Setiap mimpiu Ya Allah
Yang Maha Pengasih
Ampunilah segala dosa-dosa kami
Amin Ya Robbal Alamin
Reza Maulana (smamda-X5)
Sepi
Rembulan menyala menerangi bumi pertiwi
Namun tak menerangi hitam kelamnya hatiku ini
Hanya sepi yang merasuk nadiku
Ku sepi sendiri menahan sunyi
Ingin kulepas tali jeratan takdir ini
Agar dapat kurasakan secercah sinar rembulan
Terang benderang menerangi sepiku
Inginku miliki sayap bidadari surga
Dan ku akan terbang bebas mengitari dunia
Melenyapkan sepi dari ragaku
Meylisa Tri A (smamda-X5)

