Mari bergabung dalam sebuah komunitas orang-orang cerdas dan kreatif. Kirim karya Anda ke: rose_efde@yahoo.com

Numpang Lewat...

Artikel

15.52 / Diposting oleh Rosyi /


Kecanduan Internet

Dewasa ini, penggunaan internet tidak hanya populer di kalangan orang dewasa atau orang tua saja, para pelajar mulai dari mahasiswa, anak SMA, SMP, sampai anak SD juga sangat gandrung dengan internet. Bahkan, lebih sering kepentingan mereka bersifat seketika, harus dipersiapkan dengan kerja serius dan penuh cekatan. Misalkan untuk mengerjakan tugas sekolah, kampus atau kegiatan ekstra kurikuler lainnya. Namun, tak sedikit pula di antara mereka yang menggunakan internet untuk hal-hal yang nyeleneh, seperti membuka situs porno, atau bermain games yang tidak mendidik. Oleh karena itu, penggunaan internet di kalangan pelajar harus benar-benar mendapatkan seleksi yang ketat dari orang-orang yang ada di sekitarnya, terutama orang tua. Hal itu perlu dilakukan untuk meminimalisasikan dampak negatif penggunaan internet bagi pelajar. Karena jika tidak mendapatkan pengawasan, dapat menyebabkan perilaku generasi muda menyimpang dan merusak bangsa ini. Apalagi jika anak tersebut telah “kecanduan internet”, kasus ini harus segera mendapatkan penanganan serius agar tidak kebablasan.

Ciri-ciri anak yang “kecanduan internet” adalah pertama, bermain games online dan chatting lebih dari 4 jam sehari. Ada saja yang mereka lakukan di internet, ada yang digunakan hanya untuk sekadar mengecek email, mini-homepage, massanger, dan sebagainya. Hingga tanpa sadar, waktu yang mereka gunakan bisa memakan waktu berjam-jam lamanya. Kedua, mengorbankan kegiatan lain seperti waktu les/bimbingan belajar dan waktu bermain dengan teman hanya demi membuka internet. Karena banyak yang dikorbankan, biasanya anak yang demikian, akan sering memperoleh nilai jelek di sekolah. Bahkan parahnya, sering ketiduran di kelas karena waktu istirahat mereka digunakan untuk berinternet. Ciri ketiga, anak yang keranjingan internet akan lebih menyukai kegiatan membina jaringan cyber friends daripada keluarga. Ciri ini adalah ciri yang paling parah karena anak cenderung tidak mempedulikan keluarga. Mereka lebih suka bermain dengan teman-temannya di dunia maya daripada mengindahkan perhatian keluarga. Jika masalah “kecanduan internet” ini tidak segera ditangani, maka akan timbul masalah-masalah yang lebih berat.

Di sinilah peran orang tua sangat penting dalam program penggunaan internet sehat. Para orang tua sebaiknya sesekali mendampingi putra putrinya saat membuka internet, agar para orangtua mengerti apa yang dilakukan oleh putra-putrinya saat membuka intenet, seperti situs apa yang mereka buka dan dengan cara menasehati putra putri mereka agar mereka tidak menyalahgunakan penggunaan internet. Hal ini adalah cara pertama dalam penanganan “kecanduan internet”. Intinya, anak hanya boleh menggunakan komputer untuk berinternet kalau mendapatkan izin dari orang tua. Cara yang kedua adalah anak diperbolehkan menggunakan internet kalau dia sudah menyelesaikan aktivitasnya sehari-hari, seperti mengerjakan PR, les privat atau bimbingan belajar, dan sebagainya. Itu pun penggunaannya harus dibatasi hanya dalam 1—2 jam saja. Cara yang ketiga, anak hanya diperbolehkan membuka internet untuk mencari informasi-informasi penting yang berkaitan dengan pelajaran atau ilmu yang bermanfaat. Cara yang keempat, internet dapat digunakan untuk menulis catatan-catatan penting berkaitan dengan kegiatan sehari-hari. Dengan demikian, fungsi internet bukan hanya untuk browsing, download, chatting, dan sebagainya tetapi juga dapat membantu mengingatkan setiap kegiatan yang kita lakukan. Hal ini pasti sangat membantu. Cara yang kelima, ingatkan pada diri sendiri agar tidak kehilangan waktu istirahat karena berinternet. Kalau sampai kebablasan, waktu aktif kita di pagi hari akan terbuang karena kita mengantuk. Cara terakhir, guru dapat memberikan tugas untuk browsing data yang berkaitan dengan pelajaran atau meminta siswa untuk membuat blog yang berisi segala ide kreatif mereka. Dengan demikian diharapkan siswa tidak membuka situs-situs yang “aneh”. Dengan membuat blog, diharapkan siswa dapat eksis dengan menuangkan segala kreativitas yang mereka miliki. Setiap hari mereka dapat posting tulisan terbaru mereka dan dapat dibaca oleh semua orang. Tentu hal ini sangat bermanfaat, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain. Selain itu, guru juga perlu sewaktu-waktu memberikan penyuluhan kepada siswa tentang “dua sisi penggunaan internet” (dampak positif dan negatif penggunaan internet) sehingga siswa mengetahui baik buruknya penggunaan internet dan mampu menghindari dampak negatif penggunaan internet.

Semua cara itu hanya sebatas “cara” kalau kita tidak mengindahkannya. Semua itu kembali kepada masing-masing individu, mau menggunakan internet secara sehat atau mau “kecanduan internet”? Anda, silahkan memilih mana yang terbaik. Selamat mencoba!

Data Diri Penulis
Nama Peserta : Sarah Aulia Fadhilah

0 komentar:

Posting Komentar