Mari bergabung dalam sebuah komunitas orang-orang cerdas dan kreatif. Kirim karya Anda ke: rose_efde@yahoo.com

Numpang Lewat...

Dongeng

22.01 / Diposting oleh Rosyi /

Bubur jawa
Nino,tengah berjalan-jalan di pasar tradisional di Surabaya,kebiasaan berkuliner sudah sering di lakoninya sejag berumur 12 tahun,kini di umurnya yang sudah 21 tahun,ia malah lebih gencar melakukan hobinya berkuliner menyusuri seluruh pasar tradisional di kota-kota besar,khususnya di Jawa,karena targetnya memang masakan tradisional.
Pada Suatu sore,saat sedang menyusuri pasar itu,Nino menemukan banyak sekali warna-warna menarik pada suatu makanan yang di jual oleh bibi penjual di pasar itu,dan rupanya,Nino sangat tertarik untuk mencoba makanan yang terlihat seperti bubur itu.”bu…,itu harganya berapa?” Tanya Nino ramah pada bibi penjual.
“oh 3500,boleh di pisah-pisah ko nak” jawab Bibi dengan logat jawa kental.Nino masih menatap makanan itu seksama,terdapat bulatan-bualatan coklat di salah satu tmpat makanan itu,Nino semakin penasaran dengan makanan jenis ini.”Bu….ini namanya apa?” Tanya Nino lagi sambail menujuk kearah makanan makanan itu.”BUBUR JAWA nak….” Jawab bibi itu masih dengan sabar meladeni setiap pertanyaan nino.”oh bubur jawa bu….,saya mau satu bu,campur aja semuanya ya….” Jawab Nino girang.
Bubur Jawa akhirnya datang juga setelah sekitar 5 menit pembuatannya,Nino memperhatikan satu persatu pengerjaan bubur itu,Setelah sampai di tangannya,Nino menyantapnya dengan lahap,bubur jawa itu nikmat sekali,santannya yang terakhir kali di tuangkan ke dalam bubur yang terdapat ketan hitam,beras,dan lain-lainnya itu terasa amat jelas di lidah,seketika,nino teringat dengan kata-kata orang tuanya dulu padanya.
Mereka selalu bilang,bahwa bubur Jawa ini adalah makanan yang amat di agungkan di jawa pada zaman dahulu,bubur ini biasanya di pakai untuk menysukuri kelahiran,nujuh bulan,kedatangan sanak saudara yang baru saja menunaikan ibadah hajji,Nino memang tak pernah merasakan bubur itu,yang ia ketahui,rasanya hanya manis dan gurih,Nino lalu menatap bubur itu lekat lagi,ia rindu ke dua orang tuanya,ia ingin sekali segera pulang dan memeluk keduanya sambil membawakan bubur Jawa ke rumahnya untuk santapan bersama,nino lalu meletakan mangkuk buburnya yang telah habis bersih,dan segera meminta satu bungkusan untuk di bawa ke rumah.”bu…saya pesan satu di bungkus ya…..” katanya lagi pad ibu itu yang terlihat berbinar,lalu membungkuskan satu bubur Jawa untuk orang rumah
Nino terliaht amat bahagia saat menuju ke rumahnya,ia mengayun-ayunkan mangkuk bungkusan bubur tadi,ia ingin,ibu dan bapaknya merasakan sama-sama bubur Jawa,karena ia tahu,ibu dan bapaknya sangat suka bubur Jawa.
Nama: RIESTY AQMARINA

0 komentar:

Posting Komentar